Rain In The Middle Of The Memory

on Jumat, 23 Mei 2014


(Int)
Hujan menghiasi pagiku, jalan-jalan di depan rumah tergenang air setinggi mata kaki dan rumput-rumput depan rumah dibasahi oleh tetesan tetesan hujan. saat itu cuaca cukup dingin tetapi tak sedingin ruangan AC, menikmati segelas susu panas sebelum berangkat kuli-ah.  


Hujan mulai meredah di telan oleh sinar matahari dari balik awan hitam dan pelangi pun muncul menghiasi perjalananku. tak ada yang lebih indah di banding melihat pelangi sehabis hujan turun. membuatku teringat pada moment kau membuatku tertawa karena kau tak henti-hentinya bercerita tentang teman sekelasmu di kampus. 

Beranggapan bahwa orang sekitar mu aneh sebab mereka masih membawa bahasa ibunya sampai disini. hingga kau terasingkan tapi ku tak pernah menyalahi kelakuanmu. kau tetap kau, juni yah juni.

Ku menikmati percakapan singkat dengan dirimu walaupun dari kejauhan. membahas segalah hal yang tak terduga, membutku tak bisa melupakan moment tersebut. kita hampir membahasnya setiap malam, tak bosan-bosanya, menikmati setiap balasan pesanmu hingga lupa waktu.

Ketika hujan turun ku selalu teringat dengan dirimu dengan kau menjadi manusia teraneh di kelas dan kau yang membuatku tertawa terbahak-bahak, terimah kasih telah hadir di setiap hujan turun. 

Selamat datang musim hujan, selamat datang Juni :)

0 komentar:

Posting Komentar