Di Peluk Kesendirian

on Kamis, 29 Mei 2014
(Int)
dua belas orang berada diruang tamu sebuah rumah yang berada entah di mana, saya juga tidak tau kenapa datang kesini kalau bukan di ajak. yah saya awalnya hanya ingin menyaksikan sebuah konser, setelah konser musik  itu selesai pukul 1 itu saya di ajak untuk pergi makan, dan saya cuma ikut.

mereka membicarakan segala hal yang menurutku tidak penting. sesekali mereka mengajakku berbicara sembaring menawarkan ku rokok, tapi saya orangnya cuek, saya hanya bisa menolaknya sambil mengangkat tangan dan berkata, "hehe iya", iya menurutku bukan mengiyakan sesuatu tapi bahasa halusnya menolak, tapi entah mereka ini mengerti atau tidak.

entah apa yang membuatku merasa sendiri diantara 11 orang ini, bukan karena tidak saling mengenal tetapi saya lebih suka diam dan tersenyum. menikmati setiap detik demi detik kesendirianku. bukannya saya senang untuk diam cuma ingin membalas antusias mereka. saya seperti sendiri, sendiri dalam sangkar burung merpati. yang walau tak sendiri tapi merasa sendiri.

saya tidak tau harus apa lagi. saya lebih memilih pulang kerumah ini, rumah yang ku maksud bukan rumah sungguhan tetapi rumah tempatku bisa menuliskan segala hal yang saya pikirkan, bukan saya sih yang pertama kali mengatakan rumah itu yah di blog tetapi senior saya di profesi.

kesunyianku ini menarik perhatian mereka, entah apa yang ada di benaknya ia malah menawarkanku segelas air berwarna coklat kehitaman, sebut saja dia cola, tapi seperti tadi saya hanya membalasnya dengan senyuman manis terpaksaku.

mungkin ini karena buku "orang lain adalah neraka" yang membuatku berfikir untuk lebih memilih sendiri, sendiri dan menikmati duniaku sendiri. saya tidak peduli dengan orang lain, selama saya senang saya akan melakukan itu.

0 komentar:

Posting Komentar